Profile Sang Pelatih
WAHYUDI. A.Md
Berawal dari lahirnya
seorang Putra,
pasangan H. Kamarni dan Hj. Ernawati pada tanggal 25 November 1976 di Jakarta,
Putra tersebut diberi nama Wahyudi yang memiliki nama kecil wahyu / Yudi. Dia
mempunyai 3 saudara kandung yakni, Faisal Rahman, Pamardiansyah dan Lita
Rahmawati. Ketika beranjak dewasa tepatnya
pada tahun 1989 dalam
usia 13 tahun, Wahyudi mempelajari Ilmu Pencak
Silat Persaudaraan Setia Hati untuk pertama kalinya di SMP N 111 Jakarta, yang
dilatih oleh Bapak Taufik Hidayat S.Pd dan Dwi Arief Budiman. Wahyudi mendapat
tempaan pencak silat sampai tahun 1995 dan di tahun tersebut dia memulai
kariernya sebagai Pelatih.
Pada tahun
1995 Wahyudi diberi kepercayaan untuk memegang Ranting SMK N 13 Jakarta
yang bertempat di Jalan Sandang Palmerah, Jakarta Barat ( sebelumnya dia
telah menjadi Assisten Pelatih di SMP N 111 Jakarta ). Di SMK N 13
Jakarta dia melatih seorang diri, tidak ada bantuan dari kawan-kawan
seangkatannya. Berbekal hanya dengan pengalaman yang minim dan jauh dari
kawan–kawan angkatanya dia tetap memberanikan diri untuk tetap melatih di SMK N
13 Jakarta, Dalam kurun waktu tiga bulan SMK N 13 sudah mendapatkan prestasi
yang diawali oleh Aris Suparno, Dewi dan lain–lain yang merupakan angkatan
pertama Kemudian di susul oleh Mimid, Andi, dan lain–lainya. Dan setelah itu dia
membuka ranting baru di SMK Telkom.
Angkatan pertama dari ranting SMK Telkom ialah Teguh, Khoirul dan lain–lainya
Pada tahun 1999, tepatnya pada tanggal 18
Agustus Wahyudi mendirikan ranting baru di SMK Widya Patria 2 Jakarta yang
beralamat di Jl. Anggrek Cakra No. 70 Batusari, Kebon Jeruk Jakarta Barat.
Angkatan pertama SMK Widya Patria 2 Jakarta adalah Haekal, Maria, Misriah,
Sri, Adi,
Asrul Sani dll, Namun Prestasi yang sangat membanggakan baru berhasil didulang
oleh angkatan kedua yaitu Muslih (Babeh) dan Lusiana, Muslih berhasil
mengumpulkan sedikitnya 3 emas dan 1 perak yang semuanya berhasil diraih pada
kategori tanding, tahun demi tahun SMK Widya Patria 2 Jakarta semakin terkenal
dan semakin banyak mendapatkan prestasi
Wahyudi kemudian diminta untuk membuka
Ranting baru di SMK AA
Tanjung Duren Jakarta, salah satu muridnya ialah Maman, sedangkan di SMU 16 salah satu
muridnya ialah Purwi.
Setelah
dirasakan perkembangan ranting semakin maju cepat, sehingga jadwal yang padat
tidak memungkinkan untuk ditangani oleh seorang Wahyudi, barulah datang kawan-kawan sekaligus saudara SH membantu melatih, mereka adalah Amirullah,
Sunandar (Nanay) dan Adi. Setelah mereka membantu bertambah harumlah Ranting SH JAKBAR
karena keberadaan Ranting – Ranting tersebut. Pada tahun 2002 Wahyudi di angkat
menjadi warga SH dengan mengikuti keceran di Sukabumi di kecer oleh Kakek atau
sekaligus Bapak yaitu Pak Harsoyo. Prestasi Ranting – Ranting Jakbar terus
bertambah sampai tahun 2004 pertengahan, barulah pada tahun 2004 – 2005 Wahyudi
pindah ke Batam dan di Batam dia memulai untuk mengajarkan ilmu pencak silatnya
di SMU N 3 Batam dan di SMU N 3 inilah Wahyudi di coba dengan adanya
kesurupan Massal yang alhamdulillah bisa di atasi berkat ilmu yang di dapat dari
Jakarta. Kejadian tersebut terjadi pada tanggal 04 September 2004. setelah itu
barulah muncul ranting baru yaitu SMP N 12, SMP N 8 Batam yang sampai saat ini masih
dipegang oleh Wahyudi dan Ranting Ponpes Az-zainiyah yang baru dibuka
oleh saudara Khoirul Jaiz berasal dari Ponpes Darul Rahman Jakarta Selatan.
Sampai dua tahun lamanya Wahyudi di Batam, sudah banyak Prestasi yang di
Ukirkan.
By. Admin